Pages

Saturday, August 30, 2008

Experts Say Budget 2008 to Deflect Anwar's Popularity

I am somehow very much interested on the budget myself for some personal reasons. We hope for a better Malaysia but our hope is not on the current government though and there is always blessing in disguise.

After watching Obama's fiery acceptance speech, we need another brand new leader with fresh hope for the nation.

Forty-five years ago Thursday, Martin Luther King spoke these words: "This is no time to engage in the luxury of cooling off or to take the tranquilizing drug of gradualism. Now is the time to make real the promises of democracy."

Now is the time to rise from the dark and desolate valley of segregation to the sunlit path of racial justice.

"Now is the time to lift our nation from the quicksands of racial injustice to the solid rock of brotherhood. Now is the time to make justice a reality for all of God's children."

"I have a dream!"

It's a speech that gave hope to a nation and strengthened a movement of change.
"My for little children, one day live in a nation where they will not be judged by the color of their skin, but by the content of their character. I have a dream!"

His speech predicted a world that we are now much closer to entering than we were in 1963. Barack Obama, the son of a black man and white woman, gave a speech that many say has the potential to achieve the same level of gravity, ascendant courage and timeless charisma contained in King's speech.

We, Malaysians, have the same dream.
Yes, I have a dream!

Budget 2009: What the experts say
Aug 29, 08 8:25pm
Several experts share their views with Malaysiakini regarding the Budget 2009 unveiled by Prime Minister Abdullah Ahmad Badawi.

David Cohen, director of Action Economics, Singapore:
It is a populist budget to deflect the growing popularity of Anwar (Ibrahim). (Prime Minister) Abdullah (Ahmad Badawi) is obviously under pressure as witnessed by the rollback in fuel prices last week.

Lee Heng Guie, chief economist at CIMB Bank:
I think most people already expected a budget that won’t have many negative points. So this is one factor that helped the market to rise and also because overseas markets were good last night. But the overall mood is still cautious because there is still uncertainty.

Given the tough macro situation, they may have little choice but to spend more now. Whether it’s the right choice depends on how they fine-tune the deficit going forward.

Khoo Kay Peng, political and economics analyst:
Anwar can, if he wishes, make any amendments he thinks are necessary. We don’t know what alterations he will make, but for example he has mentioned before the RM10 billion extra allocation for the growth corridor projects - which Abdullah asked for in the mid-term review.
And Anwar has said that we do not need any new mega-projects at this point in time.
Whatever it is, there is uncertainty and this will keep the markets quiet. Even when Anwar comes into power as he says, investors will want to see how he performs, what sort of plan he’ll raise then.
For Abdullah, he needs to have a yardstick, a performance yardstick instead of just voicing hot air bubbles. He needs to stimulate local consumer demand, find concrete measures to increase wage-earners’ pockets, and look at transportation as he has promised. There must be more buses and other forms of public transportation put on the roads.
Also, on whether the government has enough money, nobody really knows because there is a lack of transparency.
Abdullah must find concrete ways to cut down public administration, reduce bureaucracy, for example shift us more to e-government. We have one of the biggest bureaucracy in the region, we are too labour-centric and this is why we have the image of being not efficient. Yes, in the past the public administration is used as a political tool, a vote bank. But we must take politics out of the equation. Anyway, it hasn’t help them (Abdullah and his Umno party) in the elections anymore.

Dr Ramon Navaratnam, prominent economist and president of Transparency International :
On thee one percent reduction of income tax for the highest bracket, the rich can take care of themselves very well - therefore the tax cut was unnecessary.
The middle and lower income groups are the mainstay of Malaysia and the groups which will agitate for change. It would have been better to address their needs. The poor should always be the priority.
There seems to be a shift in budget strategy whereby it attempts to address basic needs and not on unnecessary mega projects.
However attempts to share wealth when inflation is not controlled, will still see the erosion of income for the low and middle income groups.

Tricia Yeoh, director Centre of Public Policy Research:
Such a record expansionary budget with huge funds is theoretically a good thing, given the urgent need to generate growth in the face of economic slowdown. However, it can only be considered a thoroughly good thing if we can be assured that the money will be channelled in the right direction, without any unnecessary leakages.
Unfortunately, the past track record of government has been poor in this respect. With a rampant culture of corruption and weak institutional structures, this may lead to continued wastage and abuse. I would therefore emphasise strengthening the institutions of governance, so that the funds are actually optimised and maximised.

Source : http://1426.blogspot.com

Thursday, August 28, 2008

Politik Beruk Punca Umno Tewas di Permatang Pauh?

Analisa Keputusan Pilihanraya Kecil Permatang Pauh

(Bulan Penuh 2012) - Beruk bukanlah binatang yang asing sangat dalam kehidupan manusia. Begitulah jua sepupu-sepapatnya seperti monyet, kera, ungka, orang utan, chimpanze, cinekah dan yang sewaktu dengannya.


Sesuai dengan semangat artikel ini, suka saya menyatakan bahawa tidak sekali-kali ada niat dalam penulisan ini untuk menghina golongan beruk ini.

Malah saya menyeru supaya kita menghayati keunikan dan manfaat penciptaan beruk ini yang mana secara langsung atau tidak langsung, sedar atau tidak, telah banyak membantu dalam perkembangan kemajuan dalam sejarah ketamadunan manusia itu sendiri.

Artikel ini juga tidak bertujuan untuk menghina manusia-manusia yang terlibat dalam industri yang menggunakan beruk, contohnya profession sebagai seorang pengambil upah petik kelapa yang menggunakan khidmat golongan beruk yang mulia itu.

Sewajarnyalah kita memuliakan orang-orang yang memanfaat tenaga dan kepakaran beruk ini kerana usaha-usaha mereka selama ini telah banyak menyumbang kepada kepesatan pertumbuhan ekonomi negara khususnya dalam sektor perusahaan kelapa nasional.

Seperti juga makhluk-makhluk Allah s.w.t yang lain, beruk juga memiliki banyak perangai sama ada baik atau buruk.


Atas premis bahawa kejadian beruk itu adalah satu bantuan dari Allah s.w.t supaya manusia mendapat peluang untuk menghayati setiap perlakuannya sebagai pedoman untuk menjalankan tugas sebagai khalifah Allah s.w.t di muka bumi ini.

Dengan kesedaran itu, wajarlah manusia menggunakan akal fikirannya dalam meneliti dan mengkaji perlakuan-perlakuan beruk ini. Sudah tentu perlakuan atau sifat-sifat yang baik boleh dijadikan panduan manakala yang buruk-buruk pula dijadikan sempadan.

Beruk tetap selamanya akan berperangai seperti yang diperintahkan Allah s.w.t kepadanya iaitu menjadi beruk sehingga ke hari kiamat. Tidaklah sekali-sekali ia berhajat menderhaka kepada Allah s.w.t dengan berusaha merubah dirinya menjadi anjing, kuda, semut, lebah dan sebagainya.

Persoalannya, jika golongan beruk begitu patuh kepada perintah Allah s.w.t supaya menjadi beruk sehingga ke hari kiamat tanpa sebarang bantahan, mengapa pula ada segolongan manusia engkar dengan perintah Allah s.w.t supaya mereka menjadi manusia?

Paling menghairankan kita, golongan manusia yang engkar ini sanggup pula meniru perangai-perangai buruk beruk sehinggakan kadangkala kita terkeliru dan menyangka golongan manusia itu adalah segolongan beruk betul ataupun ‘beruk jadian’.

Ada juga sesetengah golongan yang disifatkan sebagai ‘beruk berkepala hitam’.

Dalam pada itu, istilah ‘terperanjat beruk’ juga tidak asing dalam masyarakat kita walaupun tidak pernah ada kajian yang telah membuktikan ‘kerteperanjatan beruk’ adalah ‘terperanjat tahap maksimum’ berbanding binatang-binatang lain seperti kuda laut, zirafah ataupun cicak kobeng.

Politik Beruk

Beberapa peristiwa besar dalam negara yang berlaku sejak Presiden PKR, Dr. Wan Azizah mengosongkan kerusi parlimen Permatang Pauh bagi membuka jalan untuk Saudara Anwar Ibrahim kembali ke Parlimen membuatkan saya tertanya-tanya adakah insiden-insiden yang dicetuskan oleh Kelompok Sekular Umno itu menunjukkan mereka benar-benar terdesak sehingga berpolitik seperti ‘beruk’.


Saya juga tertanya-tanya, selain dari beberapa manusia yang menerajui golongan sekular terganas di Malaysia itu adakah Kelompok Sekular Umno itu telah didominasi keahliannya oleh beruk-beruk yang terlatih dari seluruh negara ini?

Dalam tempoh tersebut, saya memilih untuk ‘played down’ semua berita, kenyataan akhbar, sumpah, pengakuan dan dakwaan yang disebarluas oleh ‘lembu-lembu pawah Umno’ sebagai sesuatu yang tidak masuk akal, bercelaru dan memalukan.

Respon saya, “mustahil manusia yang buat benda ni, awak silap tengok, mungkin beruk masuk TV!”.

“Takkanlah beruk pakai songkok, pakai samping masuk masjid pegang Qur’an lepas tu bersumpah-sumpah ikut syariat Kristian”, ujar seorang jiran yang mengikuti sumpah bodoh si Sepol di kaca TV pada malam penamaan calon PRK Permatang Pauh, 15 Ogos lalu.

“Beruk pun pandai berlakon aper? Kat Holywood dah beratus-ratus beruk orang putih bawak berlakon. Juak-juak Umno kan berkiblatkan orang barat, jadi tak mustahil dia guna beruk nak bersumpah!”

Jawapan saya itu membuatkan jiran sebelah yang bertandang membawa perkhabaran sumpah bodoh itu tidak mahu balik rumah. Katanya, dia nak berbincang pasal politik beruk dengan saya malam itu.

Nampaknya penat berjalan kaki balik dari surau selepas solat isyak tadi akan bertambah-tambah pula dengan penat berbincang dengan seorang jiran yang masih ada saki-baki sekular dalam hatinya ini, walaupun dia mengakui sudah tiga kali PRU dia enggan mengundi calon Kelompok Sekular Umno tetapi tidak pula mengundi calon pembangkang sebaliknya merosakkan kertas undinya setiap kali sebagai bantahan kepada Kelompok Sekular Umno.

Untuk melayan manusia ini, saya merujuk catatan-catatan lama saya semasa berjumpa atau mendampingi pemilik-pemilik beruk dari pelbagai latarbelakang di seluruh negara sewaktu berpindah-randah ke sana-sini ketika bertugas dengan sebuah NGO suatu ketika dahulu.

Tuduh kawan beruk, tak sedar dia pun beruk

Pak Mat (bukan nama sebenar) dari Lenggong memberitahu saya salah satu taktik beruk peliharaannya untuk curi tulang semasa gilirannya bertugas memetik kelapa.

Menjadi kebiasaan Pak Mat untuk menggilirkan beruknya dan hanya membawa 2 ekor sahaja untuk bertugas setiap hari. Pak Mat ada 8 ekor beruk termasuk 2 yang masih kecil dan belum pun mula berlatih.

Setiap pagi Pak Mat akan berseru kepada beruk-beruknya, “Beruk…. Ooooo Beruk, mari panjat kelapa”. Beruk-beruk junior akan berebut-rebut mendatangi Pak Mat sekalipun bukan giliran mereka bertugas pada hari itu.

Lain pula perangainya dengan beruk-beruk senior. Mula-mula mereka geleng kepala bersungguh-sungguh seolah-olah menafikan mereka seekor beruk. Apabila Pak Mat menjerit lagi kepada beruk senior yang sepatutnya bertugas, beruk itu terkekeh-kekeh sambil menunjuk-nunjuk kepada beruk-beruk junior seolah-olah menyatakan dia bukan beruk dan menuduh beruk-beruk junior itu sahaja sebagai beruk.

Moralnya, adalah menjadi kebiasaan bagi seekor beruk untuk menafikan keberukannya dan memperbesarkan keberukan beruk-beruk yang lain terutamanya apabila dia malas kerja dan hendak menipu tuannya.

Kata Pak Mat, perangai ini tiada ubatnya. Latihlah macam mana sekalipun, beruk tetap berperangai sedemikian.

Bila sebut perangai beruk tuduh beruk lain lebih beruk dari dirinya sendiri, saya teringat dengan kenyataan Ketua Kelompok Sekular Umno di Permatang Pauh, Abdul Jalil Abdul Hamid yang menyatakan hanya seekor monyet sudah memadai untuk mengalahkan Anwar Ibrahim di Permatang Pauh.

Kenyataan itu dibuat beberapa hari sebelum Najib Glokal mengumumkan nama calon BN di PRK Permatang Pauh dan dipercayai pada masa itu Abdul Jalil dipercayai telah mengetahui bahawa ketua-ketua kabilah Umno di Putrajaya telahpun sepakat memilih Mamak Arif Shah sekalipun juak-juak Umno di Permatang Pauh berlompat-lompatan mempromosikan dirinya sebagai calon.

Tidaklah pula diketahui seandainya kekalahan Mamak Arif Shah kepada Anwar Ibrahim dengan majoriti lebih 15,000 itu menunjukkan bahawa pengundi-pengundi Permatang Pauh tidak rela ber’MP’kan seekor monyet.

Tidaklah juga diketahui sama ada keputusan itu menunjukkan masinnya mulut Abdul Jalil sebab katanya seekor monyet memadai untuk menewaskan Anwar. Maka apa kejadahnya BN meletakkan Mamak Arif Shah di situ.

Dengan menafikan hak seekor monyet untuk mewakili Kelompok Sekular Umno di Permatang Pauh, maka parti sekular reput itu berhadapan dengan kekalahan yang memalukan.

Mungkin andaian yang kedua itu betul sebab tidak mungkin Abdul Jalil berniat menyamakan rakan seperasuahannya sebagai monyet. Mungkin Abdul Jalil telahpun menjinakkan seekor monyet untuk tujuan itu.

Maka melepaslah peluang monyet itu mencipta sejarah sebagai monyet pertama di Malaysia yang bertanding atas tiket BN dalam sebuah PRK. Kabilah Umno Permatang Pauh juga terlepas untuk berwakilrakyatkan seekor monyet buat pertama kalinya dalam sejarah.

Jadi jelas yang salah adalah Najib Glokal kerana tidak memperdulikan hasrat akar umbi di Permatang Pauh yang inginkan seekor monyet sebagai MP mereka. Mungkin juga Najib Glokal terkeliru kerana sejak dia berkhemah di Permatang Pauh dia melihat semua jentera Umno telah dikuasai oleh manusia berperangai monyet.

Justeru mungkin Najib tidak merasa perlunya seekor monyet sebenar dijadikan calon BN sebagaimana nasihat Abdul Jalil. “Cukuplah dengan monyet-monyet yang ada”, agaknya itulah jawapan Najib Glokal kalau dia ditanya kenapa menolak cadangan calon monyet sebenar itu.



Kisah beruk bunuh lalat, tuan mati lalat selamat


Di Kampung Simpang Lima, Batu Pahat saya ditemukan dengan Pak Sukiman (bukan nama sebenar). Beliau memelihara dua ekor beruk dan hanya menjadikan aktiviti memetik kelapa sebagai hobi dan memenuhi masa lapang atau menunaikan hajat orang untuk mengumpul kelapa buat gulai kenduri. Sebelah pagi Pak Sukiman akan menyibukkan dirinya di kebun jagung milik keluarganya.

Pernah dengar cerita beruk bunuh lalat? Sambil memakan beberapa tongkol jagung manis yang direbusnya di pondok kecil tempat berteduh dalam kebunnya itu, Pak Sukiman memulakan cerita.

Satu ketika dahulu ada seekor beruk follow tuannya seorang warga emas berstatus duda sebatang kara tiada anak tiada saudara memetik kelapa di sebuah kebun kelapa yang luas. Mereka mula bekerja sebaik sahaja terang tanah.

Beruk yang expert itu memanjat setiap pokok kelapa dan menjatuh kelapa tua dengan bergaya tanpa perlu disorak-sorak oleh tuannya. Sementara itu, si tua tadi mengumpulkan setiap kelapa yang dipetik dan mengupas sabutnya satu demi satu.

Seperti mana yang diajar tuannya, sebaik sahaja matahari tegak tepat atas jambulnya, si beruk expert tadi pun turun kerana masa bertugasnya telah selesai.

Fahamlah si tua bahawa beberapa ketika lagi waktu zohor akan masuk maka bersegeralah dia mengumpulkan semua kelapa yang telah dibuang sabutnya ke dalam sebuah raga rotan.

Oleh kerana terlampau keletihan, si tua me’landing’kan dirinya di bawah sepohon kelapa rendang. Setelah memerhati beberapa ketika dan betul-betul pasti tiada sebiji pun kelapa tua yang tertinggal di atas pokok itu yang mungkin berpotensi untuk gugur menimpanya, si tua pun menutup matanya untuk berdengkur sepukul dua bagi menghilangkan keletihan.

Beruk expert itu amatlah baik dan kasih kepada tuannya, ujar Pak Sukiman menyambung ceritanya. Justeru dengan penuh kasih sayang dia duduk di tepi tuannya tanpa membuat bising sambil menghadam beberapa biji tombong kelapa yang diberi si tua itu sebentar tadi.

Sambil-sambil mengunyah tombong sang beruk memerhati sekeliling takut-takut ada musuh yang hendak mengganggu tidur tuannya. Sang beruk amat berharap tidur tuannya tidak terganggu sehinggalah matahari tergelincir dan ketika itulah dia akan mengejutkan tuannya untuk pulang kerana zohor telah masuk.

Adapun, beberapa ketika kemudian datanglah tiga beranak lalat menghinggapi dahi si tua itu. Memandangkan tuannya ‘tidur mampus’, sang beruk mengambil keputusan untuk masuk campur dan mengisytiharkan perang ke atas lalat tiga beranak itu.

Macam-macam cara dicubanya, tetapi lalat-lalat itu masih berdegil dan tetap menghurung dahi si tua itu.

Sang beruk naik angin. Tidak sekali-kali dia sanggup melihat lalat tiga beranak itu mengganggu tidur tuannya. Mula-mula dikibasnya lalat itu dengan tangannya, tidak berkesan.

Kemudiannya dia memetik beberapa helai daun dan mengipas-ngipas dahi tuannya. Semasa sang beruk mengipas, lalat lari. Bila tidak dikipas, tiga beranak lalat itu datang semula. Tak berkesan juga nampaknya, sang beruk bercakap sendirian.

Lama berkipas, tangan sang beruk kebas. Ini membuat sang beruk naik angin. Sang beruk rasa daun dan tangannya terlalu kecil untuk menakutkan lalat-lalat durjana itu.

Pandang kiri pandang kanan, sang beruk nampak seketul batu bersaiz sebesar kepala tuannya. Sambil menyumpah-nyumpah lalat-lalat jahanam itu, sang beruk mengangkat tinggi-tinggi batu besar itu dan dengan sepenuh perasaan kasih sayang menghempaskan batu itu ke arah lalat-lalat yang sedang melepak di atas dahi tuannya.

Sangka sang beruk, lalat tiga beranak itu pasti arwah dan tidur tuannya tidak terganggu lagi.

Adapun kata yang empunya cerita itu, lalat tiga beranak itu selamat kerana mereka berjaya mengelakkan batu besar itu ‘on time’. Si tua itu pula mati tanpa sempat mengucap dan tempurung kepalanya pecah dan darah membuak-buak keluar dan otaknya tersembul.

Sedarlah sang beruk ketika itu akan tindakan yang awalnya disangka mulia dan atas perasaan kasih kepada tuannya itu, rupanya membawa petaka. Kini tuannya telah arwah dan dia hilang tempat mengadu.

Malang sungguh sang beruk itu sama tahap malangnya dengan si Sepol yang menyangka sumpah sampahnya mampu memenangkan Mamak Arif Shah di Permatang Pauh. Turut memeriahkan pentas komedi politik tanahair, Najib Glokal turut sama memperlihatkan keberukannya.

Diberitakan Najib Glokal membawa sentuhan baru yang tersendiri dalam kesenian bersumpah apabila bersumpah secara ‘tidak rasmi’ sambil mengagih-agihkan rasuah pilihanraya yang dibungkus semula dengan nama ‘bantuan untuk masjid’.

Warga tua dalam cerita Pak Sukiman menemui ajal di tangan seekor beruk yang menghumban seketul batu ke dahinya.

Namun Mamak Arif Shah lebih malang dari warga emas itu. Dua ketul batu (2 sumpah sampah) masing-masing dari Si Sepol dan mentornya Najib Glokal menyebabkan kepala Mamak Arif Shah hancur berkecai.

Ini belum lagi dikira kemusnahan-kemusnahan yang dibawa oleh dua ekor beruk murtad Ezam dan Nalla dan seekor lagi beruk elit dari Rembau bernama Khairy Jamaluddin.

Pengajarannya, jangan sekali-kali menyuruh beruk berkempen untuk monyet dalam sesebuah pilihanraya.

Menutup ceritanya, Pak Sukiman memberitahu dia tidak pernah membawa beruknya ke kebun jagung itu kerana dia sering melepak dan tertidur di pondok kebun setelah penat bekerja.

Sebaik manapun seseekor beruk itu ketika memetik kelapa, belum tentu selamat untuk dibawa tidur bersama.

Pesanan untuk juak-juak Umno, sayangilah beruk sepenuh hati kerana beruk juga adalah makhluk Allah s.w.t yang mulia dan berjasa. Namun harus diingatkan, untuk menjadi seorang yang bermanfaat dan berjasa kepada pada parti reput anda, anda tidak perlulah berperangai seperti seekor beruk. Hidup beruk untuk Umno!!!!!!!!!


Catatan tambahan : Politik Beruk yang mungkin belum/telah/sedang/akan dipraktiskan oleh Kelompok Sekular Umno.


1. Ramai ketua-ketua kabilah Umno menganggap mengendalikan beruk adalah kerja mudah. Ia disangka semudah memegang hujung tali sambil mengarah beruk di hujung tali yang satu lagi memanjat dan memetik kelapa.

Sangkaan ini terbukti tidak tepat berdasarkan kejadian beberapa ekor beruk yang terlepas semasa hari penamaan calon 16 Ogos lalu. Beruk-beruk yang tidak terkawal itu, jantan dan betina, dilihat menggayakan beberapa aksi lucah di hadapan khalayak ramai. Mungkin juga beruk-beruk itu dibawa tidur bersama setiap malam di bilik tidur tuannya. Justeru tidak menghairankan beruk-beruk terlatih ini meniru bulat-bulat setiap aksi terlampau tuannya sendiri.

2. Pemuka-pemuka Umno perlu sedar bahawa beruk bukanlah sejenis binatang yang takut dan akur kepada tuannya pada sepanjang masa. Ada ketikanya beruk-beruk ini melawan malah memandang ketua-ketua kabilah Umno sebagai musuh.

Dalam menghadapi waktu-waktu sedemikian, juak-juak Umno disarankan mengkaji dan mendalami bahasa tubuh beruk agar segala risiko dapat dielakkan pada saat-saat kritikal. Dicadangkan institusi-institusi rimba seperti BTN dan Kemas digerakkan untuk menjalankan fungsi ini.

Mungkin ramai juak-juak Umno tidak mengetahui bahawa NC UUM adalah calon paling layak untuk mengetuai usaha-usaha sebegini. Nordin Kardi dipercayai mampu mengelakkan kecederaan atau perkara-perkara yang tidak diingini semasa mengendalikan beruk malah kajian terbaru mendapati Nordin Kardi mampu merangsang beruk supaya tenang dan boleh bekerja semula (dan melupakan hasrat untuk meletakkan jawatan?).

3. Perhatikan selalu cara beruk memandang kita. Kalau beruk menjeling, kita mestilah berhati-hati kerana itu adalah dipercayai menandakan ia sedang marah atau naik angin.

Tips ini boleh dijadikan panduan oleh golongan wartawan yang berkemungkinan berpeluang menemubual ‘beruk-beruk Umno’ apabila golongan beruk mendominasi parti sekular reput itu dan mengambilalih kepimpinannya suatu ketika nanti.

4. Beruk yang sedang marah atau ‘naik minyak’ perlu dibiarkan bertenang dan berehat sehari dua. Kelompok Sekular Umno disarankan tidak memaksa beruk-beruk ini bekerja dalam keadaan marah. Berilah MC atau sarankan ia menjalani pemeriksaan dubur di PUSRAWI.

5. Ada juak-juak Umno yang mungkin tertanya-tanya kenapa dan apakah sebab-sebab beruk naik angin dan mengamuk?

Biasanya sebulan sekali, beruk akan jadi steam dan berkeinginan untuk menawan. Pada ketika itu matanya akan menjadi merah. Ia akan kelihatan resah dan menjadi mudah marah jika dipaksa bekerja.

Jika suatu masa nanti seekor beruk ditakdirkan memenangi kerusi Parlimen Rembau (contoh sahaja!), Chief Whip BN hendaklah memastikan MP tersebut tidak membahaskan sebarang usul atau membangkitkan sebarang soalan untuk jawab lisan ketika beruk itu berkeinginan untuk mengawan.

Lebih baik dibiarkan ia berehat dan melampiaskan syahwatnya tanpa sebarang gangguan.

Jika dibiarkan berbahas dalam keadaan ini, ia akan merapu-rapu, terjerit-jerit hingga sesak nafas dalam keadaan mata kemerahan dan berpotensi untuk menakutkan ahli-ahli parlimen wanita.

6. Untuk meredakan gejolak nafsu seekor beruk yang sedang ‘steam’, biasanya Kelompok Sekular Umno akan menyediakan seekor beruk betina.

Kaedah lumrah dan lazim ini kadangkala gagal mencapai matlamatnya kerana ada masanya beruk betina enggan digauli walaupun beruk jantan yang mengorat itu seekor beruk bertaraf VVIP.

Dikhabarkan suatu ketika selepas PRU 12 yang lalu, seekor beruk jantan telah mengorat dan meng’adjust’ seekor beruk betina yang bertugas di sebuah bar eksklusif dan menjadi tumpuan VVIP di Kuala Lumpur.

Malangnya beruk betina tersebut berasa geli geleman dengan jambang dan misai tebal beruk jantan yang kaki botol dan mengepit curut di jarinya sepanjang waktu itu.

Beruk jantan melampiaskan nafsunya dengan meraba punggung beruk betina dalam keterpaksaan. Beruk betina tidak puas hati, lantas membuat laporan polis.

Inilah akibatnya apabila Kelompok Sekular Umno tidak memberi perhatian kepada beruk-beruknya yang sedang mengawan. Akibatnya polis Malaysia yang sentiasa sibuk mengawasi ceramah pembangkang terpaksa kerja overtime.

Tambah merumitkan suasana Karpal Singh tumpang sekaki walaupun beruk betina itu telah bersetuju untuk menarik balik laporan polis. Terpaksalah pura-pura siasat dan pendamkan kes beruk jantan itu hinggalah ke hari ini.

Jika anda terjumpa Nordin Kardi, tolong tanyakan kepadanya apakah ‘pisang’ yang telah diberikan si beruk jantan berjambang itu hingga si beruk betina rela kes raba punggung itu dibakulsampahkan?

Baru-baru ini saya terlihat beruk jantan berjambang itu mengemukakan Point of Order apabila MP Pokok Sena menempelak kegagalan BN memenangi PRK Permatang Pauh sekalipun “Umno berlindung di sebalik punggung Sepol”.

Sumber : Tranungkite

KJ: My Curriculum Vitae, Desperately Looking For A New Job

RESUME

Personal Details:

Full Name: Khairy Jamaluddin Abu Bakar
Age: 32 years old
Date of Birth: January 10, 1976
Place of Birth: Kuwait City, Kuwait
Language spoken: English and Malay

Education Background:

Tertiary education:
1. Master’s degree in Legal and Political Theory from University College London (UCL), United Kingdom
Bachelor’s degree in Philosophy, Politics and Economics (PPE) from Oxford University, United Kingdom

Secondary education:
2. United World College of South East Asia, Singapore

Employment Experiences:

1. Journalist

2. Talk show presenter - Dateline Malaysia

3. Writer for The Economist

4. Special Officer for Deputy Prime Minister of Malaysia Abdullah Ahmad Badawi

5. Deputy Principal Private Secretary for Abdullah Ahmad Badawi

6. Son in Law of Prime Minister of Malaysia, Abdullah Ahmad Badawi

7. Investment banker

8. Deputy President of the Football Association of Malaysia (FAM)

9. Deputy Chief of UMNO Youth

I am writing this resume to prepare myself for the worse. I may be jobless after that traitor Anwar Ibrahim make good of his promise to take over the government this coming Sept 16th. I may need to quit my Deputy Chief of UMNO Youth and my powerful father in law no longer can provide for me. Damn Anwar Ibrahim!!

I should not make that stupid statement at the Permatang Pauh ceramah that day. What I was thinking saying we are here to bury Anwar’s political career and challenging Anwar Ibrahim to resign as PKR adviser if he failed to become prime minister by Sept 16. I should just stop and that and not saying I would quit as Umno Youth deputy chief. Damn my smelly mouth!!

I am jobless after selling my shares in ECM Libra Avenue Bhd in 2006. Hey! I sold it at 65 sen per share, 6 sen cheaper from the price I bought at 71 sen, so I actually loss a lot of money! I only made less than RM 7 million after selling all my shares. What rich? I borrowed the money to fund my RM9.2 million shares, sold it for RM7 million so I actually lost RM2 million okay! Damn that old man Lim Kit Siang, simply say I am the richest unemployed man!!

Luckily my father in law is a good and generous to me and thank God I am the Deputy Chief for UMNO Youth, I still can ‘cari makan’ as the Malays say. For quite some time I am depending on my father in law to pay off my cars, traffic summonses and my 2 iPhones. I am quite embarrassed to depend on him, but what I can do? You see I have three cars with number plats KJ10Q, WNA13 and WMT8001. The car number plates itself also cost more than the car, you know! Damn the cars!!

I bought 2 iPhones and signed up for the AT&T’s 2 years contract, which is available for USD$60, $80 and $100 per month. I am the Prime Minister son in law, you cannot expect me to buy unlocked iPhone at Lowyat Plaza right? You do the math, cheapest plan still cost me USD1440 per year and I have 2 iPhones. I need to pay for the exorbitant roaming charges some more. Sigh!I shouldn’t buy those phones when I was away vacationing at the States for weeks. Damn the iPhone! Damn Steve Ballmer!! Damn Steve Jobs!!

I need to raise my family. I really need to prepare for the worst. have listed some of the cool jobs I think I can do best judging from my past experience. Help me make my decision.

1. Tukang karut in a dikir barat group - I can gather some of the my good friends: Nazri, Badruddin, Najib, Ali Rustam, Samyvellu, Ezam Mohd Nor, Bung Moktar, Pandikar Amin and form a dikir barat group! I am so good at ‘mengarut’, being a tukang karut should not be problem.

2. Lead singer in boria - I have a thing with boria. I join UMNO because I love the boria atmosphere.

3. Start a boy band with Jason Lo, my best friend! - We did MyTeam together, why don’t we start a new boy band to rival Too Phat?

4. A tele marketeer - I have no idea why I think of this job. Wait I heard tele marketeer need to bullshit a lot, I think I can handle that. I cannot make much money from it though. Skip this.

5. Go to Texas and become bull auctioneer - I have a loud voice. I love animals. I can connect with them. Wait, George Bush is from Texas. I hate the bugger. Skip this.

6. Replace AC Mizal as host in AF - I hosted a talk show before. I think I am way more good looking than AC Mizal. I can make good jokes too.

7. AF contestant (since AF taking contestants up to 45 yrs of age) - I love AF. Damn Mawi! He is so famous now. Ali Cafe, Mamee, Poweroot, Hotlink ads all got his face. I also want to be famous. Wait, I am already famous! HAHAHA! Skip this.

8. Gigolo. - Those lecherous white/Japanese girls love beach boys. I am so tanned and good looking. I can speak with accent which they love. But KJ the Gigolo does not sound quite appealing. Skip this.

9. Start one more boutique selling bra and panties - I already have one at Pavilion KL. Well it’s belong to my wife, so it’s belong to me as well. Then again, it is a bit sissy for me selling bras and panties. Skip this.

10. Join Raja Lawak competition - I had told many funny jokes and people love it! I see many stupid bloggers quoting my jokes without paying royalties to me, damn!!

After much consideration, I reflected on my past achievements in politics, hosting political shows, handling public relations events and all that I have done in the past, I think I have failed miserably. UMNO is now at all time low on the pop charts. I do not want to go down the same path again.

I do not know much words apart from “lawan tetap lawan, kuburkan, liwat, pengkhianat bangsa” so I doubt I can be a good political orator. I made so many enemies, there is no one left for me to interview anyway. If they are seen to be too friendly with me, I may cause their shares to drop for the public may hate them.

I cannot sing that well either, so I do not want to do all those tukang karut, boria, AF, boy band stuff.

I think I should try my luck on the Raja Lawak competition. What do you think?

Source : http://thedandelions.wordpress.com

Barisan Sumpah, Rakyat Menyampah dan Anwar Angkat Sumpah -


Mula-mula Saiful bersumpah
Lepas tu Najib juga bersumpah
Nasib baik SamyVellu tak bersumpah
Rakyat naik mual dan menyampah
Rakyat tidak percaya tuduhan dan fitnah
Lalu rakyat hukum mereka yang bersumpah
Mereka kalahkan BN dan Arif Shah
Mereka menangkan Nana Non laki Azizah
Maka hari ni Nana Non yang angkat sumpah

Hari ni Nana Non jadi wakil rakyat yang sah
Jadi Ketua Pembangkang duduk depan Hang Lah
Nana Non akan jeggeh biji mata Hang Lah
Jeggehan Nana membuatkan Hang Lah gelabah
Gelabahan Hang Lah membuatkan ketiak dia basah
Bajet yang nak dibentang pun jadi serba salah
Baru dia tau Nana Non dok tunggu lama dah
Nana Non akan tanya soalan nasi tambah
Hang Lah tak leh jawab sebab tak cerdik masa sekolah
Lalu Nor Yakob kena standby tak leh mencelah
Bos hang bukan faham rakyat punya masalah
Dok asyik tidoq masa mesyuarat dan ceramah

Itulah senario dewan esok yaumul Jumaah
Muncul kembali wira rakyat melakar sejarah
Dengan keyakinan dan harapan beliau melangkah
Membawa obor rakyat dari Perlis hingga ke Sabah
Harapan untuk menapak ke Putrajaya amat cerah
Semoga doa dan usaha kita diberkati oleh Allah

How and why UMNO lost in Permatang Pauh.

THE FUTURE UMNO LOST IT FOR THE PRESENT UMNO


COULDN'T FIND THIS POSITION IN THE KAMA SUTRA....A SAIFUL-UNCLE PET FAVE POSTURE?
A HORIZONTAL INTRUSION IN A VERTICAL EXPRESSION THAT EVEN THE LOWLIEST OF ANIMALS CANNOT EMULATE.
LOOK MUMMY, THAT HIS ANAL CONDUIT.

UMNO LOST BECAUSE PERMATANG PAUH YOUTHS WERE ASHAMED OF THESE ANTICS.

UMNO LOST BECAUSE THEY CHEATED WITH 60 BUS LOADS OF PAID VOTERS

UMNO LOST BECAUSE THEY BROUGHT IN SOME COMMANDOS TO DETER PERMATANG PAUH VOTERS FROM VOTING

UMNO LOST BECAUSE THEY FIXED A WORKING DAY AS POLLING DAY.

UMNO LOST BECAUSE THEIR FAVORITE SON WANTED TO BURY PERMATANG PAUH'S FAVORITE SON.

UMNO LOST BECAUSE THEY TRIED TO DIVIDE THE PEOPLE OF PERMATANG PAUH.

UMNO LOST BECAUSE SOME 5000 UMNO MEMBERS DID NOT VOTE.

UMNO LOST BECAUSE THEY DID NOT BELIEVE IN THE PEOPLE'S POWER AT PERMATANG PAUH.

UMNO LOST BECAUSE THE PEOPLE OF PERMATANG PAUH CAUGHT THEM BRIBING AND CHEATING.

UMNO LOST BECAUSE THEIR REMPITS MASQUERADED AS PKR PEOPLE.

UMNO LOST BECAUSE PEOPLE OF PERMATANG PAUH WERE SICK OF THE WATCHING THE SAIFUL TAPES FOR TEN DAYS.

UMNO LOST BECAUSE THEY COERCED IMAM RAMLANG.

UMNO LOST BECAUSE OF THEIR ARROGANCE.

UMNO LOST BECAUSE THE PEOPLE OF PERMATANG PAUH WOULD NOT SELL THEIR SOUL FOR A FEW DOLLARS MORE.

UMNO LOST BECAUSE NAJIB WAS A FAILURE AS CAMAPIGN MANAGER.

UMNO LOST BECAUSE THEY NEVER LEARN FROM THEIR PAST TRANSGRESSIONS.

UMNO LOST BECAUSE THEY WERE BLIND TO THE WRITINGS ON THE WALL.

UMNO LOST BECAUSE THEY WORSHIPED FALSE IDOLS - THEIR SAWDUST LEADERS.

UMNO LOST BECAUSE IT WAS TIME FOR CHANGE.

UMNO LOST

R I P

REQUISCAT IN PACE

Source : http://zorro-zorro-unmasked.blogspot.com


Bakal menantu Najib dan Rosmah





Khairy Jamaludin menerajui Petronas dalam masa terdekat

Saya mendapat maklumat terkini bahawa perkhidmatan Mohd Hassan Marican (Presiden dan Ketua Pegawai Eksekutif Petronas) kini sedang menghampiri tempoh akhirnya. Berdasarkan kepada maklumat yang diterima, kemungkinan besar Mohd Hassan Marican tidak akan disambung tempoh perkhidmatannya walaupun beliau berupaya melakukannya.

Beberapa pihak telah menunjukkan hasrat mereka untuk mengambilalih kedudukan Mohd Hassan Marican ini dan kini sedang dalam proses melakukan lobi (berskala mega). Semua lobi-melobi ini tertumpu kepada Abdullah Ahmad Badawi. Ada yang melobi dengan wang dan ada pula yang melobi dengan cara-cara yang lain.

Tetapi ada dua orang calon telah bersaing diantara mereka dan dikhabarkan bahawa kedua-dua mereka mendapat restu daripada Abdullah Ahmad Badawi untuk mengambilalih kedudukan Mohd Hassan Marican sebagai Presiden dan Ketua Pegawai Eksekutif Petronas. Salah satu dari dua calon ini dijangkakan akan dilantik menggantikan Mohd Hassan Marican manakala seorang lagi dijangkakan akan menduduki jawatan Ahli Lembaga Pengarah Petronas.

Calon yang begitu kuat melobi untuk menggantikan tempat Mohd Hassan Marican dikenalpasti adalah Khairy Jamaludin. Beliau khabarnya telah berjaya meyakinkan Abdullah Ahmad Badawi bahawa beliau mampu untuk menerajui Petronas dan memangkinkan pertumbuhan dan pemerolehan Petronas dalam jangka masa singkat. Abdullah Ahmad Badawi juga dikhabarkan telah bersetuju jika Khairy Jamaludin dilantik kejawatan tersebut dan sedia mengarahkan Petronas untuk membuat perlantikan tersebut sebaik tempoh akhir perkhidmatan Mohd Hassan Marican tamat.

Dengan pengaruh wang dan lobi yang besar, Khairy Jamaludin percaya bahawa beliau dapat menerajui Petronas dalam masa terdekat. Ini dibantu dengan sokongan berterusan (wang dan kuasa) yang datangnya dari Singapura melalui Temasek Group.

Berdasarkan kepada analisis semasa dan pasaran Asia Tenggara, Temasek Group amat berminat untuk menguasai Petronas demi untuk mengukuhkan aliran tunai dan kewangan mereka. Buat masa ini hanya cabang industri Minyak dan Gas sahaja yang masih belum dikuasai sepenuhnya oleh Temasek Group. Beberapa transaksi kewangan berskala besar telah dikesan dibiayai oleh Temasek Group kepada beberapa individu dalam industri Minyak dan Gas tempatan termasuklah kepada pihak yang membekalkan khidmat sokongan kepada industri yang sama.

Dengan penguasaan dalam industri Pelabuhan (seperti masa telah dikenalpasti bahawa beberapa pelabuhan utama di Malaysia kini telah dipindahkan sahamnya kepada proksi Temasek Group) tempatan, maka dapat dijangkakan bahawa Temasek Group kini sedang berusaha membuat beberapa pemerolehan lagi demi memantapkan organisasi mereka.

Proksi-Proksi Temasek Group di Malaysia kini nampaknya sedang ditimbunkan dengan wang ringgit dan jaminan keselamatan sehinggakan mereka sanggup menggadaikan aset negara. Berdasarkan kepada senario semasa, SCOMI Group juga dikenalpasti telah mendapat laba daripada usahasama haram dengan Temasek Group.

Jika Khairy Jamaludin dibenarkan menjadi Presiden dan Ketua Pegawai Eksekutif Petronas, maka jangan kita terkejut jika akhirnya Petronas dikuasai oleh Temasek Group (Singapura). Kita wajar menyekat perkara ini daripada menjadi kenyataan. Abdullah Ahmad Badawi memang mudah dikuasai oleh Khairy Jamaludin. Jangan pula kita biarkan Kamaludin Abdullah Ahmad Badawi menjadi Ahli Lembaga Pengarah Petronas kerana ini juga akan menguatkan pengaruh Temasek Group kedalam Petronas.

Petronas adalah hak Malaysia dan bukannya Singapura. Jangan gadaikan aset negara.

Ketua Perusuh
Bekas Felo Kanan
Institut Kajian Strategik dan Antarabangsa - ISIS