Pages

Tuesday, November 16, 2010

Freemason: Penerangan dari Tuan guru

Pendedahan dan penerangan berhubung Freemason oleh Tuan Guru Haji Hadi.



























Siapa Jin, Syaitan dan Iblis

Tema Jin, Setan, dan Iblis masih menyisakan kontroversi hingga kini. Namun yang jelas, eksistensi mereka diakui dalam syariat. Sehingga, jika masih ada dari kalangan muslim yang meragukan keberadaan mereka, teramat pantas jika diragukan keimanannya.



Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta'ala telah mengutus nabi kita Muhammad Shallallahu 'alaihi wa sallam dengan risalah yang umum dan menyeluruh. Tidak hanya untuk kalangan Arab saja namun juga untuk selain Arab. Tidak khusus bagi kaumnya saja, namun bagi umat seluruhnya. Bahkan Allah Subhanahu wa Ta'ala mengutusnya kepada segenap Ats-Tsaqalain: jin dan manusia.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قُلْ يَاأَيُّهَا النَّاسُ إِنِّي رَسُوْلُ اللهِ إِلَيْكُمْ جَمِيْعًا

“Katakanlah: `Wahai manusia, sesungguhnya aku adalah utusan Allah kepadamu semua.” (Al-A’raf: 158)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

وَكَانَ النَّبِيُّ يُبْعَثُ إِلَى قَوْمِهِ خَاصَّةً وَبُعِثْتُ إِلَى النَّاسِ كَافَّةً

“Adalah para nabi itu diutus kepada kaumnya sedang aku diutus kepada seluruh manusia.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim dari Jabir bin Abdillah radhiallahu 'anhuma)
Allah Subhanahu wa Ta'ala juga berfirman:

وَإِذْ صَرَفْنَا إِلَيْكَ نَفَرًا مِنَ الْجِنِّ يَسْتَمِعُوْنَ الْقُرْآنَ فَلَمَّا حَضَرُوْهُ قَالُوا أَنْصِتُوا فَلَمَّا قُضِيَ وَلَّوْا إِلَى قَوْمِهِمْ مُنْذِرِيْنَ. قَالُوا يَا قَوْمَنَا إِنَّا سَمِعْنَا كِتَابًا أُنْزِلَ مِنْ بَعْدِ مُوْسَى مُصَدِّقًا لِمَا بَيْنَ يَدَيْهِ يَهْدِي إِلَى الْحَقِّ وَإِلَى طَرِيْقٍ مُسْتَقِيْمٍ. يَا قَوْمَنَا أَجِيْبُوا دَاعِيَ اللهِ وَآمِنُوا بِهِ يَغْفِرْ لَكُمْ مِنْ ذُنُوْبِكُمْ وَيُجِرْكُمْ مِنْ عَذَابٍ أَلِيْمٍ. وَمَنْ لاَ يُجِبْ دَاعِيَ اللهِ فَلَيْسَ بِمُعْجِزٍ فِي اْلأَرْضِ وَلَيْسَ لَهُ مِنْ دُوْنِهِ أَوْلِيَاءُ أُولَئِكَ فِي ضَلاَلٍ مُبِيْنٍ

“Dan ingatlah ketika Kami hadapkan sekumpulan jin kepadamu yang mendengarkan Al-Qur`an. Maka ketika mereka menghadiri pembacaannya lalu mereka berkata: `Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)’. Ketika pembacaan telah selesai, mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: `Wahai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al-Qur`an) yang telah diturunkan setelah Musa, yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan jalan yang lurus. Wahai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah, maka dia tidak akan lepas dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata’.” (Al-Ahqaf: 29-32)

Jin Diciptakan Sebelum Manusia
Tak ada satupun dari golongan kaum muslimin yang mengingkari keberadaan jin. Demikian pula mayoritas kaum kuffar meyakini keberadaannya. Ahli kitab dari kalangan Yahudi dan Nashrani pun mengakui eksistensinya sebagaimana pengakuan kaum muslimin, meski ada sebagian kecil dari mereka yang mengingkarinya. Sebagaimana ada pula di antara kaum muslimin yang mengingkarinya yakni dari kalangan orang bodoh dan sebagian Mu’tazilah.
Jelasnya, keberadaan jin merupakan hal yang tak dapat disangkal lagi mengingat pemberitaan dari para nabi sudah sangat mutawatir dan diketahui orang banyak. Secara pasti, kaum jin adalah makhluk hidup, berakal dan mereka melakukan segala sesuatu dengan kehendak. Bahkan mereka dibebani perintah dan larangan, hanya saja mereka tidak memiliki sifat dan tabiat seperti yang ada pada manusia atau selainnya. (Idhahu Ad-Dilalah fi ’Umumi Ar-Risalah hal. 1, lihat Majmu’ul Fatawa, 19/9)
Anehnya orang-orang filsafat masih mengingkari keberadaan jin. Dan dalam hal inipun Muhammad Rasyid Ridha telah keliru. Dia mengatakan: “Sesungguhnya jin itu hanyalah ungkapan/ gambaran tentang bakteri-bakteri. Karena ia tidak dapat dilihat kecuali dengan perantara mikroskop.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah minal Jin oleh Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullahu)
Jin lebih dahulu diciptakan daripada manusia sebagaimana dikabarkan Allah Subhanahu wa Ta'ala dalam firman-Nya:

وَلَقَدْ خَلَقْنَا اْلإِنْسَانَ مِنْ صَلْصَالٍ مِنْ حَمَإٍ مَسْنُوْنٍ. وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُوْمِ

“Dan sesungguhnya Kami telah menciptakan manusia (Adam) dari tanah liat kering (yang berasal) dari lumpur hitam yang diberi bentuk. Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 26-27)
Karena jin lebih dulu ada, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mendahulukan penyebutannya daripada manusia ketika menjelaskan bahwa mereka diperintah untuk beribadah seperti halnya manusia. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَاْلإِنْسَ إِلاَّ لِيَعْبُدُوْنِ

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku.” (Adz-Dzariyat: 56)

Jin, Setan, dan Iblis
Kalimat jin, setan, ataupun juga Iblis seringkali disebutkan dalam Al-Qur`an, bahkan mayoritas kita pun sudah tidak asing lagi mendengarnya. Sehingga eksistensinya sebagai makhluk Allah Subhanahu wa Ta'ala tidak lagi diragukan, berdasarkan Al-Qur`an dan As-Sunnah serta ijma’ ulama Ahlus Sunnah wal Jamaah. Tinggal persoalannya, apakah jin, setan, dan Iblis itu tiga makhluk yang berbeda dengan penciptaan yang berbeda, ataukah mereka itu bermula dari satu asal atau termasuk golongan para malaikat?
Yang pasti, Allah Subhanahu wa Ta'ala telah menerangkan asal-muasal penciptaan jin dengan firman-Nya:

وَالْجَانَّ خَلَقْنَاهُ مِنْ قَبْلُ مِنْ نَارِ السَّمُوْمِ

“Dan Kami telah menciptakan jin sebelum (Adam) dari api yang sangat panas.” (Al-Hijr: 27)
Juga firman-Nya:

وَخَلَقَ الْجَانَّ مِنْ مَارِجٍ مِنْ نَارٍ

“Dan Dia menciptakan jin dari nyala api.” (Ar-Rahman: 15)
Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam bersabda:

خُلِقَتِ الْمَلاَئِكَةُ مِنْ نُوْرٍ وَخُلِقَتِ الْجَانُّ مِنْ مَّارِجٍ مِنْ نَارٍ وَخُلِقَ آدَمُ مِمَّا وُصِفَ لَكُمْ

“Para malaikat diciptakan dari cahaya, jin diciptakan dari nyala api, dan Adam diciptakan dari apa yang disifatkan kepada kalian.” (HR. Muslim no. 2996 dari ’Aisyah radhiallahu 'anha)
Adapun Iblis, maka Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman tentangnya:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيْسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Dia adalah dari golongan jin…” (Al-Kahfi: 50)
Ibnu Katsir rahimahullahu berkata: “Iblis mengkhianati asal penciptaannya, karena dia sesungguhnya diciptakan dari nyala api, sedangkan asal penciptaan malaikat adalah dari cahaya. Maka Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan di sini bahwa Iblis berasal dari kalangan jin, dalam arti dia diciptakan dari api. Al-Hasan Al-Bashri berkata: ‘Iblis tidak termasuk malaikat sedikitpun. Iblis merupakan asal mula jin, sebagaimana Adam sebagai asal mula manusia’.” (Tafsir Al-Qur`anul ’Azhim, 3/94)
Asy-Syaikh Abdurrahman bin Nashir As-Sa’di rahimahullahu mengatakan: “Iblis adalah abul jin (bapak para jin).” (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 406 dan 793)
Sedangkan setan, mereka adalah kalangan jin yang durhaka. Asy-Syaikh Muqbil bin Hadi rahimahullahu pernah ditanya tentang perbedaan jin dan setan, beliau menjawab: “Jin itu meliputi setan, namun ada juga yang shalih. Setan diciptakan untuk memalingkan manusia dan menyesatkannya. Adapun yang shalih, mereka berpegang teguh dengan agamanya, memiliki masjid-masjid dan melakukan shalat sebatas yang mereka ketahui ilmunya. Hanya saja mayoritas mereka itu bodoh.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)

Siapakah Iblis?1
Terjadi perbedaan pendapat dalam hal asal-usul iblis, apakah berasal dari malaikat atau dari jin.
Pendapat pertama menyatakan bahwa iblis berasal dari jenis jin. Ini adalah pendapat Al-Hasan Al-Bashri rahimahullahu. Beliau menyatakan: “Iblis tidak pernah menjadi golongan malaikat sekejap matapun sama sekali. Dan dia benar-benar asal-usul jin, sebagaimana Adam adalah asal-usul manusia.” (Diriwayatkan Ibnu Jarir dalam tafsir surat Al-Kahfi ayat 50, dan dishahihkan oleh Ibnu Katsir dalam Tafsir-nya)
Pendapat ini pula yang tampaknya dikuatkan oleh Ibnu Katsir, Al-Jashshash dalam kitabnya Ahkamul Qur‘an (3/215), dan Asy-Syinqithi dalam kitabnya Adhwa`ul Bayan (4/120). Penjelasan tentang dalil pendapat ini beliau sebutkan dalam kitab tersebut. Secara ringkas, dapat disebutkan sebagai berikut:
1. Kema’shuman malaikat dari perbuatan kufur yang dilakukan iblis, sebagaimana firman Allah:

لاَ يَعْصُوْنَ اللهَ مَا أَمَرَهُمْ وَيَفْعَلُوْنَ مَا يُؤْمَرُوْنَ

“…yang tidak mendurhakai Allah terhadap apa yang diperintahkan-Nya kepada mereka dan selalu mengerjakan apa yang diperintahkan.” (At-Tahrim: 6)

لاَ يَسْبِقُوْنَهُ بِالْقَوْلِ وَهُمْ بِأَمْرِهِ يَعْمَلُوْنَ

“Mereka itu tidak mendahului-Nya dengan perkataan, dan mereka mengerjakan perintah-perintah-Nya.” (Al-Anbiya`: 27)
2. Dzahir surat Al-Kahfi ayat 50

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيْسَ كَانَ مِنَ الْجِنِّ فَفَسَقَ عَنْ أَمْرِ رَبِّهِ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam’, maka sujudlah mereka kecuali iblis. Dia adalah dari golongan jin, lalu ia mendurhakai perintah Rabbnya.”
Allah menegaskan dalam ayat ini bahwa iblis dari jin, dan jin bukanlah malaikat. Ulama yang memegang pendapat ini menyatakan: “Ini adalah nash Al-Qur`an yang tegas dalam masalah yang diperselisihkan ini.” Beliau juga menyatakan: “Dan hujjah yang paling kuat dalam masalah ini adalah hujjah mereka yang berpendapat bahwa iblis bukan dari malaikat.”
Adapun pendapat kedua yang menyatakan bahwa iblis dari malaikat, menurut Al-Qurthubi, adalah pendapat jumhur ulama termasuk Ibnu ‘Abbas radhiallahu 'anhuma. Alasannya adalah firman Allah:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيْسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِيْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis; ia enggan dan takabur dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34)
Juga ada alasan-alasan lain berupa beberapa riwayat Israiliyat.
Pendapat yang kuat adalah pendapat yang pertama, insya Allah, karena kuatnya dalil mereka dari ayat-ayat yang jelas.
Adapun alasan pendapat kedua (yakni surat Al-Baqarah ayat 34), sebenarnya ayat tersebut tidak menunjukkan bahwa iblis dari malaikat. Karena susunan kalimat tersebut adalah susunan istitsna` munqathi’ (yaitu yang dikecualikan tidaklah termasuk jenis yang disebutkan).
Adapun cerita-cerita asal-usul iblis, itu adalah cerita Israiliyat. Ibnu Katsir menyatakan: “Dan dalam masalah ini (asal-usul iblis), banyak yang diriwayatkan dari ulama salaf. Namun mayoritasnya adalah Israiliyat (cerita-cerita dari Bani Israil) yang (sesungguhnya) dinukilkan untuk dikaji –wallahu a’lam–, Allah lebih tahu tentang keadaan mayoritas cerita itu. Dan di antaranya ada yang dipastikan dusta, karena menyelisihi kebenaran yang ada di tangan kita. Dan apa yang ada di dalam Al-Qur`an sudah memadai dari yang selainnya dari berita-berita itu.” (Tafsir Ibnu Katsir, 3/94)
Asy-Syinqithi menyatakan: “Apa yang disebutkan para ahli tafsir dari sekelompok ulama salaf, seperti Ibnu ‘Abbas dan selainnya, bahwa dahulu iblis termasuk pembesar malaikat, penjaga surga, mengurusi urusan dunia, dan namanya adalah ‘Azazil, ini semua adalah cerita Israiliyat yang tidak bisa dijadikan landasan.” (Adhwa`ul Bayan, 4/120-121)

Siapakah Setan?2
Setan atau Syaithan (شَيْطَانٌ) dalam bahasa Arab diambil dari kata (شَطَنَ) yang berarti jauh. Ada pula yang mengatakan bahwa itu dari kata (شَاطَ) yang berarti terbakar atau batal. Pendapat yang pertama lebih kuat menurut Ibnu Jarir dan Ibnu Katsir, sehingga kata Syaithan artinya yang jauh dari kebenaran atau dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala (Al-Misbahul Munir, hal. 313).
Ibnu Jarir menyatakan, syaithan dalam bahasa Arab adalah setiap yang durhaka dari jin, manusia atau hewan, atau dari segala sesuatu.
Demikianlah Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِيْنَ اْلإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)
(Dalam ayat ini) Allah menjadikan setan dari jenis manusia, seperti halnya setan dari jenis jin. Dan hanyalah setiap yang durhaka disebut setan, karena akhlak dan perbuatannya menyelisihi akhlak dan perbuatan makhluk yang sejenisnya, dan karena jauhnya dari kebaikan. (Tafsir Ibnu Jarir, 1/49)
Ibnu Katsir menyatakan bahwa syaithan adalah semua yang keluar dari tabiat jenisnya dengan kejelekan (Tafsir Ibnu Katsir, 2/127). Lihat juga Al-Qamus Al-Muhith (hal. 1071).
Yang mendukung pendapat ini adalah surat Al-An’am ayat 112:

وَكَذَلِكَ جَعَلْنَا لِكُلِّ نَبِيٍّ عَدُوًّا شَيَاطِيْنَ اْلإِنْسِ وَالْجِنِّ يُوْحِي بَعْضُهُمْ إِلَى بَعْضٍ زُخْرُفَ الْقَوْلِ غُرُوْرًا

“Dan demikianlah Kami jadikan bagi tiap-tiap nabi itu musuh, yaitu setan-setan (dari jenis) manusia dan (dari jenis) jin, sebahagian mereka membisikkan kepada sebahagian yang lain perkataan-perkataan yang indah-indah untuk menipu (manusia).” (Al-An’am: 112)
Al-Imam Ahmad meriwayatkan dari Abu Dzar radhiallahu 'anhu, ia berkata: Aku datang kepada Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dan beliau berada di masjid. Akupun duduk. Dan beliau menyatakan: “Wahai Abu Dzar apakah kamu sudah shalat?” Aku jawab: “Belum.” Beliau mengatakan: “Bangkit dan shalatlah.” Akupun bangkit dan shalat, lalu aku duduk. Beliau berkata: “Wahai Abu Dzar, berlindunglah kepada Allah dari kejahatan setan manusia dan jin.” Abu Dzar berkata: “Wahai Rasulullah, apakah di kalangan manusia ada setan?” Beliau menjawab: “Ya.”
Ibnu Katsir menyatakan setelah menyebutkan beberapa sanad hadits ini: “Inilah jalan-jalan hadits ini. Dan semua jalan-jalan hadits tersebut menunjukkan kuatnya hadits itu dan keshahihannya.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/172)
Yang mendukung pendapat ini juga hadits Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam dalam riwayat Muslim:

الْكَلْبُ اْلأَسْوَدُ شَيْطَانٌ

“Anjing hitam adalah setan.”
Ibnu Katsir menyatakan: “Maknanya –wallahu a’lam– yaitu setan dari jenis anjing.” (Tafsir Ibnu Katsir, 2/173)
Ini adalah pendapat Qatadah, Mujahid dan yang dikuatkan oleh Ibnu Jarir, Ibnu Katsir, Asy-Syaukani dan Asy-Syinqithi.
Dalam masalah ini ada tafsir lain terhadap ayat itu, tapi itu adalah pendapat yang lemah. (ed)
Ketika membicarakan tentang setan dan tekadnya dalam menyesatkan manusia, Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

قَالَ أَنْظِرْنِي إِلَى يَوْمِ يُبْعَثُوْنَ. قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنْظَرِيْنَ. قَالَ فَبِمَا أَغْوَيْتَنِي لأَقْعُدَنَّ لَهُمْ صِرَاطَكَ الْمُسْتَقِيْمَ. ثُمَّ لآتِيَنَّهُمْ مِنْ بَيْنِ أَيْدِيْهِمْ وَمِنْ خَلْفِهِمْ وَعَنْ أَيْمَانِهِمْ وَعَنْ شَمَائِلِهِمْ وَلاَ تَجِدُ أَكْثَرَهُمْ شَاكِرِيْنَ

“Iblis menjawab: ‘Beri tangguhlah aku sampai waktu mereka dibangkitkan’, Allah berfirman: ‘Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh.’ Iblis menjawab: ‘Karena Engkau telah menghukumiku tersesat, aku benar-benar akan (menghalang-halangi) mereka dari jalan Engkau yang lurus. Kemudian aku akan mendatangi mereka dari muka dan dari belakang mereka, dari kanan dan kiri mereka. Dan Engkau tidak akan mendapati kebanyakan mereka bersyukur (taat).” (Al-A’raf: 14-17)
Setan adalah turunan Iblis, sebagaimana firman Allah Subhanahu wa Ta'ala:

أَفَتَتَّخِذُوْنَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُوْنِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِيْنَ بَدَلاً

“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedang mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (Al-Kahfi: 50)
Turunan-turunan Iblis yang dimaksud dalam ayat ini adalah setan-setan. (Taisir Al-Karim Ar-Rahman, hal. 453)

Penggambaran Tentang Jin
Al-jinnu berasal dari kata janna syai`un yajunnuhu yang bermakna satarahu (menutupi sesuatu). Maka segala sesuatu yang tertutup berarti tersembunyi. Jadi, jin itu disebut dengan jin karena keadaannya yang tersembunyi.
Jin memiliki roh dan jasad. Dalam hal ini, Syaikhuna Muqbil bin Hadi rahimahullahu mengatakan: “Jin memiliki roh dan jasad. Hanya saja mereka dapat berubah-ubah bentuk dan menyerupai sosok tertentu, serta mereka bisa masuk dari tempat manapun. Nabi Shallallahu 'alaihi wa sallam memerintahkan kepada kita agar menutup pintu-pintu sembari beliau mengatakan: ‘Sesungguhnya setan tidak dapat membuka yang tertutup’. Beliau memerintahkan agar kita menutup bejana-bejana dan menyebut nama Allah Subhanahu wa Ta'ala atasnya. Demikian pula bila seseorang masuk ke rumahnya kemudian membaca bismillah, maka setan mengatakan: ‘Tidak ada kesempatan menginap’. Jika seseorang makan dan mengucapkan bismillah, maka setan berkata: ‘Tidak ada kesempatan menginap dan bersantap malam’.” (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Jin bisa berujud seperti manusia dan binatang. Dapat berupa ular dan kalajengking, juga dalam wujud unta, sapi, kambing, kuda, bighal, keledai dan juga burung. Serta bisa berujud Bani Adam seperti waktu setan mendatangi kaum musyrikin dalam bentuk Suraqah bin Malik kala mereka hendak pergi menuju Badr. Mereka dapat berubah-ubah dalam bentuk yang banyak, seperti anjing hitam atau juga kucing hitam. Karena warna hitam itu lebih signifikan bagi kekuatan setan dan mempunyai kekuatan panas. (Idhahu Ad-Dilalah, hal. 19 dan 23)
Kaum jin memiliki tempat tinggal yang berbeda-beda. Jin yang shalih bertempat tinggal di masjid dan tempat-tempat yang baik. Sedangkan jin yang jahat dan merusak, mereka tinggal di kamar mandi dan tempat-tempat yang kotor. (Nashihatii li Ahlis Sunnah Minal Jin)
Tulang dan kotoran hewan adalah makanan jin. Di dalam sebuah hadits, Rasulullah Shallallahu 'alaihi wa sallam berkata kepada Abu Hurairah radhiallahu 'anhu:

ابْغِنِي أَحْجَارًا أَسْتَنْفِضْ بِهَا وَلاَ تَأْتِنِي بِعَظْمٍ وَلاَ بِرَوْثَةٍ. فَأَتَيْتُهُ بِأَحْجَارٍ أَحْمَلُهَا فِي طَرَفِ ثَوْبِي حَتَّى وَضَعْتُهَا إِلَى جَنْبِهِ ثُمَّ انْصَرَفْتُ حَتَّى إِذَا فَرَغَ مَشَيْتُ فَقُلْتُ: مَا بَالُ الْعَظْمِ وَالرَّوْثَةِ؟ قَالَ: هُمَا مِنْ طَعَامِ الْجِنِّ وَإِنَّهُ أَتَانِي وَفْدُ جِنِّ نَصِيْبِيْنَ وَنِعْمَ الْجِنُّ فَسَأَلُوْنِي الزَّادَ فَدَعَوْتُ اللهَ لَهُمْ أَنْ لاَ يَمُرُّوا بِعَظْمٍ وَلاَ بِرَوْثَةٍ إِلاَّ وَجَدُوا عَلَيْهَا طَعَامًا

“Carikan beberapa buah batu untuk kugunakan bersuci dan janganlah engkau carikan tulang dan kotoran hewan.” Abu Hurairah radhiallahu 'anhu berkata: “Aku pun membawakan untuknya beberapa buah batu dan kusimpan di sampingnya. Lalu aku menjauh hingga beliau menyelesaikan hajatnya.”
Aku bertanya: “Ada apa dengan tulang dan kotoran hewan?”
Beliau menjawab: “Keduanya termasuk makanan jin. Aku pernah didatangi rombongan utusan jin dari Nashibin, dan mereka adalah sebaik-baik jin. Mereka meminta bekal kepadaku. Maka aku berdoa kepada Allah untuk mereka agar tidaklah mereka melewati tulang dan kotoran melainkan mereka mendapatkan makanan.” (HR. Al-Bukhari no. 3860 dari Abu Hurairah radhiallahu 'anhu, dalam riwayat Muslim disebutkan: “Semua tulang yang disebutkan nama Allah padanya”, ed)

Gambaran Tentang Iblis dan Setan
Iblis adalah wazan dari fi’il, diambil dari asal kata al-iblaas yang bermakna at-tai`as (putus asa) dari rahmat Allah Subhanahu wa Ta'ala.
Mereka adalah musuh nomer wahid bagi manusia, musuh bagi Adam dan keturunannya. Dengan kesombongan dan analoginya yang rusak serta kedustaannya, mereka berani menentang perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala saat mereka enggan untuk sujud kepada Adam.
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

وَإِذْ قُلْنَا لِلْمَلاَئِكَةِ اسْجُدُوا لآدَمَ فَسَجَدُوا إِلاَّ إِبْلِيْسَ أَبَى وَاسْتَكْبَرَ وَكَانَ مِنَ الْكَافِرِيْنَ

“Dan (ingatlah) ketika Kami berfirman kepada para malaikat: ‘Sujudlah kamu kepada Adam,’ maka sujudlah mereka kecuali Iblis. Ia enggan dan takabur, dan adalah ia termasuk golongan orang-orang yang kafir.” (Al-Baqarah: 34)
Malah dengan analoginya yang menyesatkan, Iblis menjawab:

قَالَ أَنَا خَيْرٌ مِنْهُ خَلَقْتَنِي مِنْ نَارٍ وَخَلَقْتَهُ مِنْ طِيْنٍ

“Aku lebih baik darinya: Engkau ciptakan aku dari api sedang dia Engkau ciptakan dari tanah.” (Al-A’raf: 12)
Analogi atau qiyas Iblis ini adalah qiyas yang paling rusak. Qiyas ini adalah qiyas batil karena bertentangan dengan perintah Allah Subhanahu wa Ta'ala yang menyuruhnya untuk sujud. Sedangkan qiyas jika berlawanan dengan nash, maka ia menjadi batil karena maksud dari qiyas itu adalah menetapkan hukum yang tidak ada padanya nash, mendekatkan sejumlah perkara kepada yang ada nashnya, sehingga keberadaannya menjadi pengikut bagi nash.
Bila qiyas itu berlawanan dengan nash dan tetap digunakan/ diakui, maka konsekuensinya akan menggugurkan nash. Dan inilah qiyas yang paling jelek!
Sumpah mereka untuk menggoda Bani Adam terus berlangsung sampai hari kiamat setelah mereka berhasil menggoda Abul Basyar (bapak manusia) Adam dan vonis sesat dari Allah Subhanahu wa Ta'ala untuk mereka. Allah Subhanahu wa Ta'ala mengingatkan kita dengan firman-Nya:

يَابَنِي آدَمَ لاَ يَفْتِنَنَّكُمُ الشَّيْطَانُ كَمَا أَخْرَجَ أَبَوَيْكُمْ مِنَ الْجَنَّةِ يَنْزِعُ عَنْهُمَا لِبَاسَهُمَا لِيُرِيَهُمَا سَوْآتِهِمَا إِنَّهُ يَرَاكُمْ هُوَ وَقَبِيْلُهُ مِنْ حَيْثُ لاَ تَرَوْنَهُمْ إِنَّا جَعَلْنَا الشَّيَاطِيْنَ أَوْلِيَاءَ لِلَّذِيْنَ لاَ يُؤْمِنُوْنَ

“Hai anak Adam, janganlah sekali-kali kamu dapat ditipu oleh setan sebagaimana ia telah mengeluarkan kedua ibu bapakmu dari surga. Ia menanggalkan pakaian keduanya untuk memperlihatkan kepada keduanya auratnya. Sesungguhnya ia dan pengikut-pengikutnya melihat kamu dari suatu tempat yang kamu tidak bisa melihat mereka. Sesungguhnya Kami telah menjadikan setan-setan itu pemimpin-pemimpin bagi orang-orang yang tidak beriman.” (Al-A’raf: 27)
Karena setan sebagai musuh kita, maka kita diperintahkan untuk menjadi musuh setan. Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

إِنَّ الشَّيْطَانَ لَكُمْ عَدُوٌّ فَاتَّخِذُوْهُ عَدُوًّا إِنَّمَا يَدْعُو حِزْبَهُ لِيَكُوْنُوا مِنْ أَصْحَابِ السَّعِيْرِ

“Sesungguhnya setan itu adalah musuh bagimu, maka anggaplah ia musuhmu, karena sesungguhnya setan-setan itu hanya mengajak golongannya supaya mereka menjadi penghuni neraka yang menyala-nyala.” (Fathir: 6)
Allah Subhanahu wa Ta'ala berfirman:

أَفَتَتَّخِذُوْنَهُ وَذُرِّيَّتَهُ أَوْلِيَاءَ مِنْ دُوْنِي وَهُمْ لَكُمْ عَدُوٌّ بِئْسَ لِلظَّالِمِيْنَ بَدَلاً

“Patutkah kamu mengambil dia dan turunan-turunannya sebagai pemimpin selain-Ku, sedangkan mereka adalah musuhmu? Amat buruklah Iblis itu sebagai pengganti (Allah) bagi orang-orang yang dzalim.” (Al-Kahfi: 50)
Semoga kita semua terlindung dari godaan-godaannya. Wal ’ilmu ’indallah.

disalin dari: www.asysyariah.com

Sunday, November 14, 2010

Sihir Bulan Sabit dan Bintang

Aku da lama suspect dgn lambang-lambang yang ada didalam masyarakat islam ni.

Sepanjang yang aku tahu, tak pernah ada lambang-lambang yang digunakan oleh Nabi S.A.W.

Jika ini satu konspirasi, mengapa alim ulamak yang mempunyai kuasa tidak menasihati pemerintah?

Atau ulama-ulama yang ada kini tidak lagi merasa sensitif dengan apa yang berlaku kepada Islam hari ini?

Quantcast

Adakah ini lambang sebenar Islam? Bagaimana umat Islam disihir dengan dahsyatnya pada zaman sekarang? Sila baca artikel ini selanjutnya untuk mengetahui apa sebenarnya yang sedang berlaku di sekeliling kita.

Saya mulakan artikel ini dengan petikan ayat dari Al-Quran.

Mereka (membelakangkan Kitab Allah) dan mengikut ajaran-ajaran sihir yang dibacakan oleh puak-puak Syaitan dalam masa pemerintahan Nabi Sulaiman, padahal Nabi Sulaiman tidak mengamalkan sihir yang menyebabkan kekufuran itu, akan tetapi puak-puak Syaitan itulah yang kafir (dengan amalan sihirnya); kerana merekalah yang mengajarkan manusia ilmu sihir dan apa yang diturunkan kepada dua malaikat: Harut dan Marut, di negeri Babil (Babylon), sedang mereka berdua tidak mengajar seseorang pun melainkan setelah mereka menasihatinya dengan berkata:

“Sesungguhnya kami ini hanyalah cubaan (untuk menguji imanmu), oleh itu janganlah engkau menjadi kafir (dengan mempelajarinya)”. Dalam pada itu ada juga orang-orang mempelajari dari mereka berdua: ilmu sihir yang boleh menceraikan antara seorang suami dengan isterinya, padahal mereka tidak akan dapat sama sekali memberi mudarat (atau membahayakan) dengan sihir itu seseorang pun melainkan dengan izin Allah.

Dan sebenarnya mereka mempelajari perkara yang hanya membahayakan mereka dan tidak memberi manfaat kepada mereka. Dan demi sesungguhnya mereka (kaum Yahudi itu) telahpun mengetahui bahawa sesiapa yang memilih ilmu sihir itu tidaklah lagi mendapat bahagian yang baik di akhirat. Demi sesungguhnya amat buruknya apa yang mereka pilih untuk diri mereka, kalaulah mereka mengetahui.
Al-Baqarah 102

Berdasarkan ayat di atas dan tajuk artikel ini, apa yang dapat anda semua kaitkan? Buka mata, buka hati. Insya Allah anda akan dapat mengungkaikan puzzle ini. Setelah kewafatan Rasullulah s.a.w dan berakhirnya zaman pemerintahan Khulafa Ar-Rashidin, umat Islam sebenarnya telah disihir dengan teruk oleh musuh nombor 1, yang telah sekian lama diberikan amaran oleh Rasullulah s.a.w.

Siapakah yang dimaksudkan itu?
Sudah tentulah Dajal/The Antichrist dan konco-konconya!

Bagaimana umat Islam sebenarnya disihir? Pernahkah anda semua melihat lambang bulan sabit dan bintang di sekeliling? Dari mana lambang itu berasal? Dan mengapakah lambang itu dipilih? Siapakah yang memilih lambang itu?

Adakah Rasullulah s.a.w dan sahabat menggunakan lambang tersebut untuk agama Islam? Adakah ada disebutkan di dalam mana hadis atau ayat Al-Quran supaya menggunakan lambang tersebut sebagai lambang agama Islam yang suci ini?
Ohhh, semestinya tidak!

Sabda Rasullulah:
Sesungguhnya aku tinggalkan kepada kamu dua perkara yang sekiranya kamu berpegang teguh dan mengikuti kedua-duanya nescaya kamu tidak akan tersesat selama-lamanya. Itulah Al-Quran dan Sunnahku.















Jadi dari manakah asalnya penggunaan simbol bulan sabit dan bintang ini yang terdapat di mana-mana sekarang, termasuklah bendera-bendera negara dan negeri.














Jata asal Negara Malaysia..lebih mengelirukan..



Jata Negara Malaysia yang terkini.

Sebenarnya simbol ini telah diperkenalkan oleh Sultan Muhammad II ke dalam bendera kerajaan Uthmaniyyah setelah penaklukan Kota Istanbul (Constantinople) pada 1453 Masihi. Lambang Bulan dan Bintang itu adalah lambang bagi Kota Constantinople (Istanbul) yang sebelum itu berada di bawah kekuasaan Empayar Rom sejak sekian lama.

Sebelum dikenali dengan nama Constantinople, kota tersebut terlebih dahulu dikenali sebagai Byzantium. Byzantium diambil sempena nama Raja Byzas (663 SM) dan dijadikan ibu negara untuk Empayar Byzantine sebelum empayar tersebut tewas kepada kerajaan Uthmaniyyah pada 1453 Masihi. Bulan sabit telah dijadikan simbol kota tersebut untuk didedikasikan kepada Dewi Artemis (Hunt God).

Lambang bintang pula ditambah sebagai simbol kota selepas kematian Maharaja Constantine pada 337 Masihi dan nama Byzantium telah ditukar kepada Constantinople sebagai tanda memperingati maharaja Constantine. Lambang itu adalah dari simbol Dewi Ishtar (Star iaitu bintang dalam bahasa Inggeris diambil dari perkataan Ishtar ini). Dewi Ishtar ialah tuhan kesuburan, kasih sayang, peperangan dan seks bagi kaum Babylon purba. Ada juga pendapat mengatakan lambang bintang ini diambil dari Star Of Virgin Mary kerana agama Kristian telah menjadi agama rasmi empayar Rom dengan Persidangan Nicea pertama pada 335 Masihi dan Persidangan Constantinople pada 381 Masihi. Dan sejak dari itu Bulan Sabit dan Bintang telah menjadi lambang rasmi untuk kota tersebut.

Pada zaman Rasullulah dan Khulafa Ar-Rasyidin (632-661 Masihi) tidak pernah ada lambang untuk agama Islam. Al-Quran juga tiada menyebutkan hal tersebut. Rasullulah hanya menggunakan panji-panji perang yang sangat sederhana dan hanya satu warna sahaja samada putih, hijau atau hitam. Tiada lambang bulan dan bintang seperti di kebanyakan negara Islam sekarang.

Adakah simbol ini hanya digunakan untuk agama Islam sahaja? Oh, tidak sama sekali. Ia juga digunakan oleh Freemason!

Ini ialah simbol DeMolay International iaitu salah satu cabang Freemason. Diambil dari Grand master terakhir Khingt Of Templar iaitu Jacques DeMolay.

Di lukisan purba Freemason!

Di Lodge Freemason!

Jata Kerabat Diraja Poland

Jata negara Croatia

Kita selalu pening memikirkan “Kenapa umat Islam susah nak BERSATU” bukan? Sejak kejatuhan institusi khilafah Uthmaniah, tanah umat Islam berjaya dipecahkan malahan kekal terpisah hampir seabad lamanya!

Acapkali kita melihat dari skop mata zahir, lupakah kita bahawa dunia adalah suatu fatamorgana yang memperdaya? Tidak terfikirkah seorang dari kita bahawa kita sedang DISIHIR oleh Dajjal melalui tenteranya yang melata di bumi? Dengan izin Allah, sang Pemfitnah berjaya dan terus berjaya?

Tiada satu mata pun dikalangan Muslim yang mengetengahkan ehwal ini lantaran apa? Remeh? Tidak membawa Islam kemana-mana? Khurafat? Tahyul?

JANGAN LUPA, JIKA ANDA PERCAYA BAHAWA SYAITAN ITU MUSUH YANG NYATA, SEGALA YANG DIBAWA BERSAMANYA SEPERTI SIHIR, MAGIK (SILAP MATA), & TIPU DAYANYA JUA ADALAH NYATA DENGAN IZIN ALLAH.

Lupakah anda sumpah keramat Azazil setelah dia dihalau keluar dari Syurga Allah???

Iblis berkata: ” Wahai Tuhanku! Kerana Engkau telah menjadikan daku sesat, (maka) demi sesungguhnya aku akan memperelokkan segala jenis maksiat kepada Adam dan zuriatnya di dunia ini, dan aku akan menyesatkan mereka semuanya.
“Kecuali di antara zuriat-zuriat Adam itu hamba-hambaMu yang dibersihkan dari sebarang syirik”.
Al-Hijr 39-40

Lihatlah di sekeliling kita sekarang di masjid, sejadah dan hiasan bercorak Islam, lambang apa yang digunakan? Seolah-olah diagungkan lambang itu. Jika kita lihat sekarang, di kebanyakan masjid mempunyai lambang ini. Lambang ini sebenarnya adalah dari Yahudi dan Nasrani dalam usaha mereka untuk menyelewengkan akidah umat Islam menyembah Allah yang satu.

Dan (orang-orang yang beriman kepada Allah), kebanyakan mereka tidak beriman kepada Allah melainkan mereka mempersekutukannya juga dengan yang lain.
Yusuf 106

Katakanlah (wahai Muhammad): “Inilah jalanku, aku dan orang-orang yang menurutku, menyeru manusia umumnya kepada ugama Allah dengan berdasarkan keterangan dan bukti yang jelas nyata. Dan aku menegaskan: Maha suci Allah (dari segala iktiqad dan perbuatan syirik); dan bukanlah aku dari golongan yang mempersekutukan Allah dengan sesuatu yang lain.
Yusuf 108

Orang-orang Yahudi dan Nasrani tidak sekali-kali akan bersetuju atau suka kepadamu (wahai Muhammad) sehingga engkau menurut agama mereka (yang telah terpesong itu). Katakanlah (kepada mereka): “Sesungguhnya petunjuk Allah (ugama Islam itulah petunjuk yang benar”. Dan demi sesungguhnya jika engkau menurut kehendak hawa nafsu mereka sesudah datangnya (wahyu yang memberi) pengetahuan kepadamu (tentang kebenaran), maka tiadalah engkau akan peroleh dari Allah (sesuatupun) yang dapat mengawal dan memberi pertolongan kepada mu.

Al-Baqarah 120

Wahai orang-orang yang beriman! Jika kamu taat akan sesuatu puak dari orang-orang (Yahudi dan Nasrani) yang diberikan Kitab itu, nescaya mereka akan mengembalikan kamu menjadi orang-orang kafir sesudah kamu beriman.
Al-Imran 100

Banyak di antara Ahli kitab (Yahudi dan Nasrani) suka kalaulah kiranya mereka dapat mengembalikan kamu menjadi kafir setelah kamu beriman, kerana dengki yang timbul dari diri mereka sendiri, sesudah nyata kepada mereka kebenaran (Islam).
Al-Baqarah 109

Di salin dari: https://muhdhazrie.wordpress.com/2009/11/20/konspirasi-dunia-bulan-sabit-dan-bintang-lambang-islam/

Sunday, October 31, 2010

RM2.3 bilion wang judi dalam akaun Kerajaan Pusat?

PULAU PINANG, 31 Okt: Para pemimpin Umno perlu menjelaskan hasil judi bernilai RM2.3 bilion yang terdapat dalam akaun hasil yang disatukan di Kementerian Kewangan pada tahun 2009.

Hasil inilah yang telah digunakan oleh kerajaan Pusat untuk membayar gaji kepada seramai 1.2 juta penjawat awam dan semua projek pembangunan termasuk untuk manfaat masyarakat Islam.

Ketua Menteri Pulau Pinang, Lim Guan Eng mendesak perkara ini ekoran tuduhan bahawa kerajaan negeri menggunakan wang dari hasil judi untuk diberikan kepada warga emas di negeri ini.

Lim menegaskan sekali lagi, kerajaan negeri Pulau Pinang tidak menggunakan wang judi untuk diberikan kepada warga emas di negeri ini sebagaimana dakwaan Umno.

"Sebenarnya ia dari hasil penjimatan yang kita lakukan. Sudah dua kali kerajaan negeri mendapat pengiktirafan dari Ketua Audit Negara tentang pengurusan kewangan yang terbaik dalam negara ini disamping mendapat pujian dari badan anti-rasuah antarabangsa iaitu Transparency International," tegasnya lagi.

Sehubungan itu, katanya, pihaknya tidak akan terpengaruh dengan tekanan dan kempen Umno kononnya kerajaan negeri menggunakan wang judi untuk membantu rakyatnya.

"Kita tidak akan tunduk kepada mana-mana pihak yang cuba menakut-nakutkan Kerajaan Negeri melalui apa jua cara yang mereka persembahkan. Sebagai sebuah kerajaan negeri yang bertanggungjawab kita akan terus membela dan memberi penghargaan kepada warga emas sebagai mengenang jasa mereka yang berusia lebih dari 60 tahun," katanya.

Lim Guan Eng berkata demikian ketika berucap semasa majlis penyampaian sumbangan kepada 153 waris warga emas yang telah meninggal dunia dalam daerah Seberang Perai Utara di Sungei Dua pagi tadi.

Dalam majlis tersebut sumbangan sebanyak RM153,000 telah diberikan kepada waris sebagai membantu meringankan kos pengurusan jenazah yang telah digunakan oleh mereka selepas kematian keluarga mereka.

Walaupun terdapat ugutan dan usaha bagi menakutkan kepimpinan kerajaan negeri dengan pelbagai fitnah dan dakyah, kita tidak akan tunduk kepada mana-mana pihak.

"Bagi warga emas yang beragama Islam, janganlah terpedaya dengan tohmahan parti pembangkang di Pulau Pinang iaitu Barisan Nasional (BN) yang cuba mempengaruhi warga emas dengan menuduh ianya dari sumber yang haram," katanya.


Tambahnya lagi selagi Kerajaan Negeri diterajui oleh Pakatan Rakyat (PR) maka usaha murni yang dilaksanakan seperti penghargaan kepada warga emas dengan sumbangan sebanyak RM100 seorang serta sumbangan sebanyak RM1000 kepada waris warga emas yang meninggal dunia akan tetap diteruskan.

"Yang jelas di sini pembangkang seperti Umno dan BN di Pulau Pinang telah mulai merasa gerun dengan kebangkitan rakyat di Pulau Pinang apabila melihat kejayaan yang berjaya dicapai dalam sasaran kita memberi pembelaan kepada mereka yang memerlukan.

"Ekoran itulah Umno-BN akan terus membuat pelbagai fintah dan tohmahan bagi mengaitkan Kerajaan Negeri supaya dipandang serong oleh masyarakat khususnya orang Islam dan sekaligus memberi kredit dan sokongan kepada mereka, " ujarnya lagi.

Turut hadir dalam majlis penyampaian sumbangan tersebut ialah Timbalan Pesuruhjaya PAS Pulau Pinang, Ustaz Rosidi Hussain dan kepimpinan Pakatan Rakyat tempatan.

Sunday, October 24, 2010

Illuminati: Artis suruhan

Bermain muzik dibenarkan dalam Islam. Menghiburkan hati tidak pernah diharamkan oleh Nabi S.A.W atau Allah S.W.T Tetapi jika hiburan dijadikan tempat menyebarkan perbuatan yang menyesatkan, ia patut ditentang habis-habisan..jauhkan lah pemikiran mereka ini dari hati-hati kami ya, Allah!..amin..



Kumpulan Search








Dewa 19. Siapa yang tidak kenal dengan kumpulan muzik terkenal dari seberang ini. Lagu-lagu mereka seperti Laskar Cinta, Pupus, Sedang Ingin Bercinta, Roman Picisan dan lain-lain sudah sebati dengan jiwa anak muda zaman sekarang. Persoalannya sekarang adakah mereka tergolong dalam golongan artis pilihan Si Pendusta Besar (Dajal) yang ditugaskan untuk mengawal minda (mind control) kita khususnya di kawasan Nusantara ini?Dewa 19. Kumpulan Musik ini telah ditubuhkan pada 1986 dan dianggotai 5 sahabat terdiri dari Ahmad Dhani, Andra, Tyo, Once dan Yuke. Album pertama mereka dikeluarkan pada tahun 1992 berjudul Dewa 19 dan selepas itu mereka telah mengeluarkan banyak lagi album-album yang lain dan menempa nama di seluruh pelusuk Nusantara. Antara album mereka yang berjaya ialah Laskar Cinta, Republik Cinta dan Kerajaan Cinta. Tokoh Budayawan Indonesia, H Ridwan Saidi telah membuat aduan kepada kerajaan Indonesia untuk membuat siasatan ke atas kumpulan ini kerana disyaki Agen Penyebar Propaganda Zionis pada 2005.

Sekilas pandang kumpulan ini tiada perbezaan dengan kumpulan musik yang lain. Tetapi jika diteliti dengan lebih lanjut ada 'something' dengan band terkenal ini. Elok kiranya jika kita berkenalan lebih lanjut dengan vokalis utama kumpulan ini, Ahmad Dhani. Ahmad Dhani berketurunan Yahudi dari ibunya, Joyce Theresia Pamela Kohler. Beliau juga sering kelihatan memakai Star Of David walaupun beragama Islam.



Kulit-kulit albumnya juga menimbulkan keraguan kerana terdapat banyak unsur-unsur Freemason/Illuminati. Album pertama mereka, Dewa 19 menunjukkan 'Unfinished Pyramid' sama seperti di Satu Dolar US. Ini adalah lambang yang digunakan oleh Illuminatist untuk melambangkan pelan agung mereka yang belum siap sepenuhnya.

Dewa 19 1992


All Seeing Eye pada kulit album Dewa 19 (Cintailah Cinta 2002)


Lambang Sayap pada kulit album Atas Nama Cinta yang turut digunakan oleh Theosophy (Pertubuhan Keagamaan Yahudi)


Bintang Lima (2000)


Emblem Theosophy



Berikut saya sertakan video klip Satu dari Dewa 19. Banyak 'subliminal message' di dalam video klip ini jika kita mengkaji dan meneliti video ini.


*Anda boleh klik pada gambar di bawah untuk memperbesarkannya.


Intro video ini, tompok hitam mengalir dari atas ke bawah umpama mata Horus.



Perhatikan 'One Eye' di atas manusia.Manusia seolah-olah 'terpenjara' di dalam dunia Dajal. (NWO)


'Unfinished' Piramid


Minda manusia seolah-olah diprogram untuk menurut kehendak mereka.


One Eye










One World Religion! NWO-One World Goverment-One World Religion


Pillar Of Freemason


Formation tangan yang sama dengan Baptomet


Gambar pertama, seorang manusia memegang piramid dengan mata satu. Gambar kedua, lelaki menyerupai perempuan (tanda kiamat?). Gambar ketiga, piramid dan sebelah mata di'contrast'.


Serpent Coil atau dikenali Lagash Vase (Zaman Firaun)




Adakah semua ini hanya kebetulan atau semuanya sudah dirancang? Buka minda anda, jawapannya ada di situ.


p/s - Lagi suka nasyid dan baccan Al-Quran. Itulah halwa telinga paling baik.

Dari blog : http://nuffsaid-shaf.blogspot.com

Taib’s Mahmud Secret Bomoh

Sarawak Report can reveal that the aging Chief Minister of Sarawak, Abdul Taib Mahmud, relies on a personal witchdoctor, or so-called Bomoh, to make all key personal and government decisions!


The extraordinary state of affairs, which has remained a carefully guarded secret among his entourage for many years, has now been explained in detail by insiders.

“He will always consult the Bomoh before he makes an important decision, like which minister to hire or fire, or which investments to make”, one senior politician has confided.

Black magic!



Another member of the inner circle, linked closely to the family, also described how one particular Bomoh (see right) had a ‘Rasputin-like’ hold over the superstitious Chief Minister for many years. This Bomoh died two years ago, shortly after the death of Taib’s wife Laila, and the 73 year old leader is said to be frantically searching for a new supernatural advisor, who he can trust to take him through the up-coming election period.


“He hired an interim Bomoh” one source explained, “but he clearly was not satisfied, as he has been going around Indonesia looking for a more powerful magician and he has just engaged a new one!”.

Bomoh’s are practitioners of ‘black magic’ and are widely condemned for exploiting simple people, who do not have access to modern science and education. Taib Mahmud’s dependence on such guidance can only be judged as unhealthy and malign.

Taib consults ‘demons’ to fight his enemies

Not so effective? Taib's new Bomohs were publicly at work praying loudly in favour of Tufail Mahmud during a court case this year.

The devotion to such a primitive cult also seriously undermines the Chief Minister’s claims to be a progressive force in Sarawak. Perhaps even more damaging is the impact on his carefully cultivated reputation as a devout Muslim. The Muslim faith strictly bans any consultation of these pre-Islamic practitioners of magic and dark arts, who are considered to be bad and dangerous. The majority Christian population of Sarawak will be equally dismayed for similar reasons.

The tradition of Bomohs derives from ancient witchdoctor cults based in the Indian sub-continent and these individuals claim to gain their ‘supernatural powers’ through doing business with ‘fallen angels’ or ‘djins’ (demons). The Islamic faith recognises the existence of such evil spirits, however it forbids attempting to make contact with them.

Indeed, Muslim teachers warn that to seek favours from Djins is to bargain with evil forces and that eventually these forces will extract a terrible price. Moreover, people who do consult such spirits are considered to be engaging them to do unacceptable harm to others and to be attempting to effectively ‘cheat in life’. Taib is believed to have sought to mobilise these forces against his political enemies and the insiders believe he is now using them in his current battle against the Malaysian PM, Najib Razak (who would dearly like the tarnished kleptocrat to step down before the next election).

Dependent on soothsaying

'Ustaz' - real identity Abdul Rahman Hazrat from Pakistan

The dismayed insiders have told Sarawak Report that they would be inclined to laugh at an old man’s obsession if the implications were not so alarming, given his position. The Bomoh who held Taib enthralled for over 30 years was always known in inner circles as ’Ustaz’ (meaning teacher). He would frequently accompany the Chief Minister, who, to conceal his real role, would refer to him publicly as ‘My Uncle’ .

Ustaz liked to boast that his black magic ‘talent’ was given from God. He claimed to be able to foresee the future, heal the sick and, crucially, make the right political and economic decisions.

“An advisor or family member might query some decision” said one of our sources, “but if Taib replied that the Bomoh had ruled on it, then they knew there could be no further argument”.

The death of Ustaz and the loss of this advice over political and economic decisions is said to have put immense pressure on the Chief Minister as he enters his 30th year in power still determined to fight another election.

Rise of a part-time shop-keeper

Ustaz, whose real name was Abdul Rahman Hazrat, never spoke fluent Malay. He arrived from Pakistan in the 1960s and according to our sources was selling rings, spectacles and Islamic items in the town of Sibu at the time that Datuk Stephen Kalong Ningkan was the first Chief Minister. Hazrat claimed to be the disciple of a 130 year old teacher, who is allegedly still residing in his home country, Pakistan.

Taib, then 28 and State Minister for Natural Resources in Nignkan’s cabinet, was apparently introduced to to the stall-holder by the late Datuk Awang Hipni, a Melanau State Minister from Matu-Daro. It was after the ambitious young minister was sacked after failing to get along with Nignkan, that he is said to have first turned to the bomoh for advice.

Key advice

Bottles of Djinn - in this black magic 'exorcism' Bomoh's were reported to have captured evil spirits and imprisoned them in jars. The Chief Minister would appear to be a believer.

Ustaz later confided that he told Taib not to confront Ningkan directly but to lobby for a ministerial post at Federal level and from there to plot the downfall of Ningkan. This he did and soon Taib was appointed by Tunku Abdul Rahman as a Deputy Minister in the Federal Cabinet.

People in the know describe how it was with the advice of Ustaz that Taib used this position to topple Ningkan and eventually to succeed him. The strategy was to first place Penghulu Tawi Sli as a puppet CM, who then passed the position to Taib’s uncle. According to Ustaz, Tun Rahman, a Melanau by race (just 4% of the population) could not succeed Ningkan directly for fear of a revolt from the Dayak community (about 50%).

The plan succeeded, according to people who have talked with Ustaz. Tun Rahman was appointed Chief Minister in 1968 and passed the post to his nephew Taib in 1981, 29 years ago. From then onwards Taib relied heavily on the Bomoh and kept him as his personal advisor.

Member of the Taib household

Grace and Favour Residence - The Bomoh's home in Sibu

Proud of being ‘personal advisor’ to the Chief Minister, Ustaz whispered to his friends in Sibu that Taib made arrangements for him to enjoy a comfortable life. To hide the relationship he continued to base the soothsayer in Sibu, where the Chief Minister’s younger brother Tufail was tasked with taking care of his needs.

The guru was bought a bungalow on Bandong Road and enjoyed an allowance of over RM 10,000 a month, courtesy of a timber company, whose main shareholder is Tufail. He was also supplied with a car and a driver, free services and a shop house at Cross Road where he was able to sell Islamic religious items.

Insiders say that if anything further was needed it was Tufail’s job to sort it out. Tufail, unlike some of Taib’s other brothers, apparently shares the Chief Minister’s interest in Black Magic.

However, whenever Taib had to decide anything of importance he would summon Ustaz to Kuching. The guru would usually make use of the Government-funded private jet, which Taib keeps for his own use and even had a special bedroom put aside for him in the ground floor of Taib’s home in Demak Jaya, right next to the Chief Minister’s office.

The Bomoh was transported in the Government Cessna jet reserved for the Chief Minister - described by his nephew Yakub (son of brother Tufail) as the fastest business jet currently flying.

The Bomoh would often stay at Demak Jaya for nights at a time, say those in the know, and when he was being consulted he would always rise early in the morning (often 3am) and start a laborious ceremony of prayer and meditation as he sought the guidance of the Djins (evil, dead spirits). Unnervingly, Ustaz was frequently considered by those around the Chief Minister to be able to provide very astute guidance.

“He was able to provide an intelligent and objective perspective of events and situations”, explains the political insider, “but I don’t call it supernatural, I call it much-needed common sense!”

Meanwhile, the Bomoh also offered the support of his magical powers around others of Taib’s inner circle. He would intercede in cases of illness to ‘discover from the spirits’ whether the sick person’s ‘time had come’. If this was the case he would under-take to ‘buy a little more time’ from the devils, so they could enjoy some more life. Unsurprisingly, family members were always grateful for this intercession at a time of need.

“He was always kind” says one beneficiary, “I don’t think it was a negative, evil influence. He just used his magic to help people”.

Bomoh used magic to help BN!

Azimat - On Taib's instructions these 'magic charms' have to be carried by all BN candidates to make voters 'warm' to them!

However, the Bomoh, with the encouragement of Taib, was not above using his magic in elections as well. All BN candidates in Sarawak were handed special amulets or ‘azimats’, designed to be carried in their pockets on the election stomp. The azimats were supposed to have the magical effect of making people who met the BN politicians warm to them and support them. However, it can be noted that Taib has never failed to take the insurance of also offering large amounts of cash to prospective voters as well.

Similar azimats were also handed to family and insiders for other occasions, such as to help pass examinations and achieve wealth and success. For those who believe in such old superstitions, such favours could be construed as attempting to gain an unfair advantage to Taib and his supporters, which was clearly Taib’s own intention.

Falling out

However, this relationship which was so close for many years did not end happily. Sarawak Report has received further fascinating inside information detailing how Taib fell out with his advisor in recent years, culminating in the old man’s return to Pakistan shortly before his death as a broken man.

The fact that insiders have been breaking ranks to inform Sarawak Report of such negative issues is being regarded by many as a sign that the Chief Minister’s grip on his party is failing. Others of a more superstitious bent may consider that he has lost his magic touch!